if we can not set the time we set the time / اذا لم نتمكن من ضبط الوقت وضعناها في الوقت:
konsep tersebut telah ada dalam alqur’an Al’ashr dimana Alloh bersumpah bahwa banyak manusia yang akan merugi hanya karena tidak bisa mengatur waktu disebutkan dalam ayat tersebut hanya orang beriman disertai ‘amilu assholihat (berbuat yang bermanfa’at) dimana jika hanya iman saja tidak mungkin waktu tersebut akan bisa berguna tanpa peruatan yang bermanfa’at.
ada sebuah cerita dimana saya kepeyahan dan tergesa-gesa diakibatkan sebelumnya saya teledor dan malas-malasan, ketika waktunya mepet akhirnya saya yang ribet bahkan ada yang lupa.
dari ulasan tadi bisa ditarik kesimpulan bahwa gunakan waktu sebaik mungkin atur waktu tersebut sebelum waktu yang mengatur kamu.
thanks,
6 Des
jika kita tidak bisa mengatur waktu waktu yang mengatur kita
12 Sep
ilusi negara islam
Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar…semangat para aktivis islam dengan tujuan jihad,..hmm..jihad ye,. bahkan mereka berkeinginan untuk merubah kedaulatan indonesia dalam bentuk negara islam,..
” ayo kita bentuk agama islam…
ayo kita rubah NKRI ( negara kesatuan republik indonesia ) kedalam negara yang berasaskan islam bukan pancasila” tukas aktivis.
hmmm..coba tengok ayat ” YAA AYYUHA ALLADZINA AMANU AUFU BIL ‘UQUD “
yang artiya wahai orang yang beriman tepatilah janjimu…
ini adalah ajaran Alquran bahwa kita semua disuruh untuk komitmen dalam segala hal meskipun terhadap kaum non muslim.,
Rosululloh pula memberikan contoh bahwa beliau adalah orang yang paling commitmen dalam segala hal meskipun terhadap kaum non muslim..
rapat yang dilakukan pada pembentukan
negara indonesia adalah indonesia yang berasaskan pancasila bukan islam yang dimana rapat tersebut disahkan dan disepakati oleh seluruh tokoh agama jadi untuk membentuk negara indonesia dalam bentuk negara islam harus pula dilakukan rapat lagi dengan seluruh tokoh agama.
dan yang perlu digaris bawahi adalah akan kah bersedia tokoh agama selain islam untuk menjadikan NKRI dalam bentuk negara islam.
dan kemungkinan besar tokoh agama non islam tidak akan setuju untuk menjadikan indonesia dalam bentuk negara islam.
hmm,…
perlu diingat dalam rapat pembentukan NKRI yang dimana NKRI dibentuk dengan pola negara yang berasaskan pancasila adalah merupakan janji .
12 Sep
uang dan etika
brem..brem…brem…kog rame sekali ya keadaan depan kontraanQ tengah malam pula,
hmm..malem miggu deh tepatnya,.he
bikin penasaran, akhirnya aku putuskan untuk menengok dari atas, oh my god ternyata tetangga baruku yang juga sama ngontrak lagi digrebek warga, denger2 sich mereka masukin cowok yang gak jelas, yah maklum deh secara yang ngontrak kan cewek jadi yang maen juga kebanyakan cowok..he, dan warga pun berksimpulan klo mereka pada kumpul kebo..kebo ye kaya julukan cew dari raditya dika di film kambing jantan..he,
yah..akhirnya masalah pun berlarut-larut dan tak kunjung usai, ya karena pihak warga memang mergokin klo ada cowok, tapi yang ngontrak dengan busana ala pantai sanur pun masih mengelak klo cowok itu saudara.,
gak pak itu saudaraku, tukas cew2 yang ngontrak tadi, warga pun bersama pak Rt pengen tau bukti saudara dari mana..he,
satu jam kemudian yang punya kontraan pun datang dan membela cewek2 yang ngontrak dirumahnya,, aduch jadi ribet…he, masalahnya cewek itu memang dalam posisi salah tapi yang punya kontraan kog bela ya….
ayo2 pada komentar???..he
esoknya yang punya kontraan pun ngomong ala orang sawahan ” opo pengen aku balik dadi preman, aku wae wektu ora duwe duwet rak ono seng nulungi ” aduh2 pak, kog bikin tambah gede masalahnya cie,..
woy…woy…
dilanjutkan dengan aksi premanya tepat habis buka puasa dengan gaya ala preman pasar ngepon dan sebilah pedang, pak kontraan itu pun ngajak geger warga plus nentangin dari rumah kerumah…termasuk rumah pak Rt…
weh gak tau deh klo urusan begini, berabe juga cie….
yang aku pikir kenapa yang punya kontraan masih membela cewek2 tadi padahal sikap cewek2 yang ngonrak tadi sungguh dibawah etika warga ( sex, pemabok plus dugeman)…T_T,
nb: kata temanku yang sempet tanya dengan cewek2 tadi, klo aja gak digropyok warga cewek2 tadi akan mengadakan syukuran kontrakan ala iblis deh…maksudnya minum2, mabok end poko’e full happy…with syetan…he
2 Sep
Transmission Control Protocol/Internet Protocol
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Port TCP dan UDP
Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Port dapat dikenali dengan angka 16-bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 65536 buah.
Dilihat dari penomorannya, port UDP dan TCP dibagi menjadi tiga jenis, yakni sebagai berikut:
1. Well-known Port: yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga 255 tapi kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam well-known port, selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada di dalam range Well-known port masih belum ditetapkan dan direservasikan untuk digunakan oleh layanan yang bakal ada di masa depan. Well-known port didefinisikan dalam RFC 1060.
2. Registered Port: Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga diketahui dan didaftarkan oleh IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama. Range registered port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya adalah Dynamically Assigned Port.
3. Dynamically Assigned Port: merupakan port-port yang ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk melayani request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan. Dynamically Assigned Port berkisar dari 1024 hingga 65536 dan dapat digunakan atau dilepaskan sesuai kebutuhan.
gambar


31 Agu
hari pertama aku praktikum dapetnya ini de…PBO gitu loh..
ni aku beberin kuliah praktikum perdanaku di semester lima,.he
Konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:
1. kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
2. Objek – membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
3. Abstraksi – Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
4. Enkapsulasi – Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
5. Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
6. Inheritas- Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada – objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)
* Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.
27 Agu
Nasihat Kepada Teroris
Nasihat Kepada Teroris: Ketahuilah, Jihad Beda dengan Terorisme!!! (Disertai Peringatan: Cadar, Celana Ngatung, dan Jenggot Bukan Ciri-ciri Teroris)
Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengadukan segala fitnah dan ujian yang mendera. Akibat ulah sekolompok anak muda yang hanya bermodalkan semangat belaka dalam beragama, namun tanpa disertai kajian ilmu syar’i yang mendalam dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bimbingan para ulama, kini ummat Islam secara umum dan Ahlus Sunnah (orang-orang yang komitmen dengan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) secara khusus harus menanggung akibatnya berupa celaan dan citra negatif sebagai pendukung terorisme.
Aksi-aksi terorisme yang sejatinya sangat ditentang oleh syari’at Islam yang mulia ini justru dianggap sebagai bagian dari jihad di jalan Allah sehingga pelakunya digelari sebagai mujahid, apabila ia mati menjadi syahid, pengantin surga, dan calon suami bidadari…
Demi Allah, akal dan agama mana yang mengajarkan terorisme itu jihad…?! Akal dan agama mana yang mengajarkan buang bom di sembarang tempat itu amal saleh…?!
Maka berikut ini kami akan menunjukkan beberapa penyimpangan terorisme dari syari’at Islam dan menjelaskan beberapa hukum jihad syar’i yang diselisihi para Teroris, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta keterangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah para pengikut generasi Salaf (generasi Sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam).
Pelanggaran-pelanggaran hukum Jihad Islami yang dilakukan Teroris:
Pelanggaran Pertama: Tidak memenuhi syarat-syarat Jihad Islami
Jihad melawan orang kafir terbagi dua bentuk: jihad difa’ (defensif, membela diri) dan jihad tholab (ofensif, memulai penyerangan lebih dulu). Adapun yang dilakukan oleh para Teroris tidak diragukan lagi adalah jihad ofensif sebab jelas sekali mereka yang lebih dahulu menyerang, bahkan menyerang orang yang tidak bersenjata. Dalam jihad defensif, ketika ummat Islam diserang oleh musuh maka kewajiban mereka untuk membela diri tanpa ada syarat-syarat jihad yang harus dipenuhi (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Ikhtiyarat Al-Fiqhiyah hal. 532 dan Al-Fatawa Al-Kubrô 4/608).
Namun, untuk ketegori jihad ofensif terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum melakukan jihad tersebut. Di sinilah salah satu perbedaan mendasar antara jihad dan terorisme. Bahwa jihad terikat dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah Ta’ala dalam syari’at-Nya, sedangkan terorisme justru menerjang aturan-aturan tersebut. Maka inilah syarat-syarat jihad ofensif kepada orang-orang kafir yang dijelaskan para ulama:
Syarat Pertama: Jihad tersebut dipimpin oleh seorang kepala negara.
Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي وَإِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
“Siapa yang taat kepadaku maka sungguh ia telah taat kepada Allah dan siapa yang bermaksiat terhadapku maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah. Dan siapa yang taat kepada pemimpin maka sungguh ia telah taat kepadaku dan siapa yang bermaksiat kepada pemimpin maka sungguh ia telah bermaksiat kepadaku. Dan sesungguhnya seorang pemimpin adalah tameng, dilakukan peperangan di belakangnya dan dijadikan sebagai pelindung.” (HR. Al-Bukhary no. 2957 (konteks di atas milik Al-Bukhary), Muslim no. 1835, 1841, Abu Daud no. 2757 dan An-Nasa`i 7/155).
Berkata Al-Imam An-Nawawy rahimahullah, “Dan makna “dilakukan peperangan di belakangnya” yaitu dilakukan peperangan bersamanya melawan orang-orang kafir, Al-Bughôt (para pembangkang terhadap penguasa), kaum khawarij, dan seluruh pengekor kerusakan dan kezaliman.” (Syarah Muslim 12/230).
Syarat Kedua: Jihad tersebut harus didukung dengan kekuatan yang cukup untuk menghadapi musuh sehingga apabila kaum muslimin belum memiliki kekuatan yang cukup dalam menghadapi musuh, maka gugurlah kewajiban tersebut dan yang tersisa hanyalah kewajiban untuk mempersiapkan kekuatan.
Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menegaskan: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan (yang juga) musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Anfâl : 60)
Di antara dalil akan gugurnya kewajiban jihad bila tidak ada kemampuan, adalah hadits An-Nawwâs bin Sam’ân radhiyallâhu ‘anhu tentang kisah Nabi ‘Isâ ‘alaissalâm membunuh Dajjal…, kemudian disebutkan keluarnya Ya`jûj dan Ma`jûj,
…فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ، إِذْ أَوْحَى اللهُ إِلَى عِيْسَى: إِنِّيْ قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَاداً لِيْ لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ، فَحَرِّزْ عِبَادِيْ إِلَى الطُّوْرِ وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ …
“…Dan tatkala (Nabi ‘Isâ) dalam keadaan demikian maka Allah mewahyukan kepada (Nabi) ‘Isâ, “Sesungguhnya Aku akan mengeluarkan sekelompok hamba yang tiada tangan (baca: kekuatan) bagi seorangpun untuk memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung ke (bukit) Thûr.” Kemudian, Allah mengeluarkan Ya`jûj dan Ma`jûj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi….” (HR. Muslim no. 2937 dan Ibnu Majah no. 4075).
Perhatikan hadits ini, tatkala kekuatan Nabi ‘Isâ ‘alaissalâm dan kaum muslimin yang bersama beliau waktu itu lemah untuk menghadapi Ya`jûj dan Ma`jûj, maka Allah tidak memerintah mereka untuk mengobarkan peperangan dan menegakkan jihad, bahkan mereka diperintah untuk berlindung ke bukit Thûr.
Demikian pula, ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan para Sahabat masih lemah di Makkah, Allah Ta’ala melarang kaum Muslimin untuk berjihad, padahal ketika itu kaum Muslimin mendapatkan berbagai macam bentuk kezhaliman dari orang-orang kafir.
Berkata Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâh, “Dan beliau (Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam) diperintah untuk menahan (tangan) dari memerangi orang-orang kafir karena ketidakmampuan beliau dan kaum muslimin untuk menegakkan hal tersebut. Tatkala beliau hijrah ke Madinah dan mempunyai orang-orang yang menguatkan beliau, maka beliaupun diizinkan untuk berjihad.” (Al-Jawâb Ash-Shohîh 1/237).
Syarat Ketiga: Jihad tersebut dilakukan oleh kaum Muslimin yang memiliki wilayah kekuasaan
Perkara ini tampak jelas dari sejarah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau diizinkan berjihad oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika telah terbentuknya satu kepemimpinan dengan Madinah sebagai wilayahnya dan beliau sendiri sebagai pimpinannya.
Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, “Awal disyariatkannya jihad adalah setelah hijrahnya Nabi shollallahu‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam ke Madinah menurut kesepakatan para ulama.” (Fathul Bari 6/4-5 dan Nailul Authar 7/246-247).
Demikianlah syarat-syarat jihad dalam syari’at Islam. Adapun dari sisi akal sehat bahwa tujuan jihad adalah untuk meninggikan agama Allah Ta’ala sehingga Islam menjadi terhormat dan berwibawa di hadapan musuh, hal ini tidak akan tercapai apabila tidak dipersiapkan dengan matang dengan suatu kekuatan, persiapan dan pengaturan yang baik. Maka ketika syarat-syarat di atas tidak terpenuhi, sebagaimana dalam aksi-aksi terorisme, hasilnya justru bukan membuat Islam menjadi tinggi, malah memperburuk citra Islam, sebagaimana yang kita saksikan saat ini.
Pelanggaran Kedua: Memerangi orang kafir sebelum didakwahi dan ditawarkan apakah memilih Islam, membayar jizyah, atau perang.
Pelanggaran ini menunjukkan kurangnya semangat para Teroris untuk mengusahakan hidayah kepada manusia dan semakin jauh dari tujuan jihad itu sendiri, padahal hakikat jihad hanyalah sarana untuk menegakkan dakwah kepada Allah Ta’ala. Ini juga merupakan bukti betapa jauhnya mereka dari pemahaman yang benar tentang jihad, sebagaimana tuntunan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam kepada para Mujahid yang sebenarnya, yaitu para Sahabat radhiyallahu ‘anhum. Dalam hadits Buraidah radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمَّرَ أَمِيْرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِيْ خَاصَّتِهِ بِتَقْوَى اللهِ وَمَنْ مَعَهُ مِنْ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرًا ثُمَّ قَالَ أُغْزُوْا بِاسْمِ اللهِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ قَاتِلُوْا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ أُغْزُوْا وَلاَ تَغُلُّوْا وَلاَ تَغْدِرُوْا وَلاَ تُمَثِّلُوْا وَلاَ تَقْتُلُوْا وَلِيْدًا وَإِذَا لَقِيْتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ فَأَيَّتُهُنَّ مَا أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلاَمِ فَإِنْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَسَلْهُمُ الْجِزْيَةَ فَإِنْ هُمْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَقَاتِلْهُمْ
“Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa âlihi wa salllam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (wasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. Kemudian, beliau berkata, “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah, bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah, berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsîl (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara, apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka ; serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka”. (HR. Muslim no. 1731, Abu Dâud no. 2613, At-Tirmidzy no. 1412, 1621, An-Nasâ`i dalam As-Sunan Al-Kubrô no. 8586, 8680, 8765, 8782 dan Ibnu Mâjah no. 2857, 2858).
Pelanggaran Ketiga: Membunuh orang Muslim dengan sengaja.
Kami katakan bahwa mereka sengaja membunuh orang Muslim yang tentu sangat mungkin berada di lokasi pengeboman karena jelas sekali bahwa negeri ini adalah negeri mayoritas Muslim, dan mereka sadar betul di sini bukan medan jihad seperti di Palestina dan Afganistan, bahkan mereka tahu dengan pasti kemungkinan besar akan ada korban Muslim yang meninggal.
Tidakkah mereka mengetahui adab Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sebelum menyerang musuh di suatu daerah?! Disebutkan dalam hadits Anas bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا غَزَا بِنَا قَوْمًا لَمْ يَكُنْ يَغْزُوْ بِنَا حَتَّى يُصْبِحَ وَيَنْظُرَ فَإِنْ سَمِعَ أَذَانًا كَفَّ عَنْهُمْ وَإِنْ لَمْ يَسْمَعْ أَذَانًا أَغَارَ عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam apabila bersama kami untuk memerangi suatu kaum, beliau tidak melakukan perang tersebut hingga waktu pagi, kemudian beliau menunggu, apabila beliau mendengar adzan maka beliau menahan diri dari mereka dan apabila beliau tidak mendengar adzan maka beliau menyerang mereka secara tiba-tiba. ” (HR. Al-Bukhâri no. 610, 2943, Muslim no. 382, Abu Daud no. 2634, dan At-Tirmidzy no. 1622).
Tidakkah mereka mengetahui betapa terhormatnya seorang Muslim itu?! Tidakkah mereka mengetahui betapa besar kemarahan Allah Ta’ala atas pembunuh seorang Muslim?!
Allah Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisâ` : 93)
Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menegaskan:
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ
“Sungguh sirnanya dunia lebih ringan di sisi Allah dari membunuh (jiwa) seorang muslim.” (Hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma riwayat At-Tirmidzy no. 1399, An-Nasa`i 7/ 82, Al-Bazzar no. 2393, Ibnu Abi ‘ashim dalam Az-Zuhd no. 137, Al-Baihaqy 8/22, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/270 dan Al-Khathib 5/296. Dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany rahimahullah dalam Ghayatul Maram no. 439).
Pelanggaran Keempat: Membunuh orang kafir tanpa pandang bulu.
Inilah salah satu pelanggaran Teroris dalam berjihad yang menunjukkan pemahaman mereka yang sangat dangkal tentang hukum-hukum agama dan penjelasan para ulama.
Ketahuilah, para ulama dari masa ke masa telah menjelaskan bahwa tidak semua orang kafir yang boleh untuk dibunuh, maka pahamilah jenis-jenis orang kafir berikut ini:
Pertama, kafir harbiy, yaitu orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Inilah orang kafir yang boleh untuk dibunuh.
Kedua, kafir dzimmy, yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin, tunduk dengan aturan-aturan yang ada dan membayar jizyah (sebagaimana dalam hadits Buraidah di atas), maka tidak boleh dibunuh.
Ketiga, kafir mu’ahad, yaitu orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin untuk tidak saling berperang, selama ia tidak melanggar perjanjian tersebut maka tidak boleh dibunuh.
Keempat, kafir musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum Muslimin, atau sebagian kaum Muslimin, maka tidak boleh kaum Muslimin yang lainnya untuk membunuh orang kafir jenis ini. Dan termasuk dalam kategori ini adalah para pengunjung suatu negara yang diberi izin masuk oleh pemerintah kaum Muslimin untuk memasuki wilayahnya.
Banyak dalil yang melarang pembunuhan ketiga jenis orang kafir di atas, bahkan terdapat ancaman yang keras dalam sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا تُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا
“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. Al-Bukhary no. 3166, 6914, An-Nasa`i 8/25 dan Ibnu Majah no. 2686).
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa kata mu’ahad dalam hadits di atas mempunyai cakupan yang lebih luas. Beliau berkata, “Dan yang diinginkan dengan (mu’ahad) adalah setiap yang mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin, baik dengan akad jizyah (kafir dzimmy), perjanjian dari penguasa (kafir mu’ahad), atau jaminan keamanan dari seorang muslim (kafir musta’man).” (Fathul Bary 12/259).
(Disarikan dari buku Meraih Kemuliaan melalui Jihad Bukan Kenistaan, karya Al-Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah. Semua dalil, takhrij hadits dan perkataan Ulama di atas dikutip melalui perantara buku tersebut, jazallahu muallifahu khairon).
11 Mar
console dalam linux
Direktory Definisi
bin menyimpan program yang sangat penting. Tanpa program
dalam direktory ini, sistem tidak bekerja dengan lancar.
Biasanya program dikopikan ke direktory ini pada saat
instalasi.
boot menyimpan file yang dibutuhkan untuk proses booting,
misalnya kernel.
dev menyimpan file device, seperti harddisk dan cdrom.
etc menyimpan file konfigurasi program
home menyimpan file-file user
lib menyimpan library sistem
mnt sebagai tempai mount point sementara suatu device
proc sebagai proc file system
root menyimpan file yang dimiliki oleh user root
sbin menyimpan program yang berguna untuk administrasi
sistem
tmp menyimpan file temporer program
usr direktory ini memiliki struktur yang hampir sama dengan
root directory (/). beberapa direktory penting lainnya antara
lain:
/usr/bin menyimpan program yang penting dan biasanya
dikopikan waktu instalasi sistem. Tanpa program di
direktory ini, sistem masih bisa bekerja dengan lancar. Contoh : editor
/usr/local/bin menyimpan program yang diinstall oleh user, biasanya sesuai keperluan user.
Var menyimpan file yang ukurannya bervariabel, bisa berubahubah,
seperti halnya system log file.
11 Mar
I LOVE LINUX
APA ITU LINUX
Linux adalah sistem operasi yang dikembangkan oleh seorang hacker Finlandia bernama
Linus Bennedict Torvalds, sewaktu beliau masih menjadi mahasiswa di Helsinki University
of Finland, pada umur 21 tahun. Berawal dari ketidakpuasan akan sistem operasi Minix,
dan ketidakmampuan untuk membeli Unix, maka beliau memutuskan untuk menciptakan
suatu sistem operasi yang bebas disebarluaskan. Project main=main yang dimulai dan
selanjutnya diberitakan di internet menggugah para programmer di seluruh dunia untuk
membantu Linus mengembangkan Linux. Dan sampai tahun 2001 yang lalu, Linux telah
berumur 10 tahun, suatu umur yang cukup dewasa. Sampai saat ini, Linux telah digunakan
secara bebas untuk server ataupun desktop. Linux sendiri didistribusikan di bawah lisensi
GPL.
MENGAPA LINUX
Hal ini adalah suatu pertanyaan mendasar yang akan selalu dipertanyakan oleh setiap
pemula, sama seperti penulis sewaktu ingin mencoba Linux. Apa keunggulan yang
ditawarkan, sampai kita harus mencobanya ? Demikianlah kira=kira. Hal yang mungkin
paling mendasar adalah bahwa Linux didistribusikan di bawah GPL, sehingga kita tdak
perlu membeli lisensinya. Dengan kata lain, Linux adalah sistem operasi gratis. Alasan lain
adalah tingkat stabilitas dan sekuritas yang tinggi, Sebagai salah satu keluarga Unix, Linux
didesain sesuai aturan POSIX. Linux sendiri ditulis dari awal, dengan optimasi algoritma
yang optimal, sehingga suatu sistem Linux tahan dijalankan selama setengah tahun ke
atas, tanpa melalui proses restart ataupun crash. Sebagai sistem operasi yang banyak
digunakan di server, Linux memiliki algoritma internal untuk menangani keamanan lebih
optimal, tidak lupa dengan bantuan programmer seluruh dunia.
INSTALASI LINUX
Berbeda halnya dengan instalasi Windows, Linux memiliki cara yang berbeda-beda untuk
setiap distro. Tetapi hampir semuanya memiliki prosedur-prosedur yang mirip, sehingga
kita bisa membahasnya secara umum. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui
untuk instalasi Linux
SOURCE INSTALASI DISTRO
Dimanakah source instalasi distro Anda ? Apakah Anda melakukan instalasi menggunakan
CDROM, harddisk, atau jaringan ? Kita hanya akan membahas instalasi yang
menggunakan CDROM sebagai media, karena akan mencakup instalasi lewat harddisk
ataupun jaringan. Sekarang, apakah komputer Anda memiliki dukungan boot lewat
CDROM ? Jika ya, maka Anda tinggal memasukkan CDROM distro, nyalakan komputer
Anda dengan first boot device adalah CDROM, dan ikuti langkah selanjutnya. Jika tidak,
maka Anda harus membuat bootdisk. Cara membuat bootdisk adalah sebagai berikut :
- menggunakan Linux
dd if= of=/dev/fd0 seek=0 bs=1k
perintah di atas akan menuliskan boot image ke dalam disket yang berada di diskdrive
pertama komputer Anda, mulai dari sektor 0, dengan ukuran cluster 1 kilobytes. Boot
image adalah satu buah file, yang terbungkus berisi file-file yang dibutuhkan untuk booting,
seperti kernel, dan file lainnya.
- menggunakan Windows
rawrite a:
perintah di atas akan menuliskan image boot ke dalam disket yang berada di drive a:.
Anda akan diminta untuk memasukkan boot image.
Jika source instalasi Anda adalah harddisk atau jaringan, Anda perlu membuat bootdisk
instalasi yang mendukung instalasi lewat harddisk atau jaringan, setelah itu, Anda boot
menggunakan bootdisk tersebut, dan anda akan memiliki pilihan source instalasi.
PARTISI DAN MOUNT POINT
Hal ini adalah hal yang paling membingungkan dan disini sering terjadi kehilangan data di
harddisk. Pada dasarnya, Linux bekerja tanpa membedakan partisi-partisi. File system
Linux hanya tahu bahwa ia berjalan dalam struktur direktory berbentuk tree, dimana
memiliki root dan node-node lain yang berupa direktory.
Dalam kondisi paling sederhana, Linux bisa jalan hanya dengan satu partisi harddisk,
dimana pada akhirnya, semua root dan node akan berada di dalam partisi yang sama.
Untuk menjalankan Linux hanya dengan satu partisi, Anda memerlukan komputer dengan
RAM dan CPU yang tidak kecil, dan sistem komputer Anda tidak difungsikan sebagai
server, baik itu web server, database server, ataupun yang lainnya. Jika Anda
memasukkan mount point, Anda akan memasukkan karakter / (slash) sebagai tanda root
partition. Mount point adalah pemetaan dari partisi ke direktory pada file system, yang
nantinya akan menjadi anggota tree filesystem.
Dalam kondisi normal, Linux jalan menggunakan 2 partisi, dimana satu sebagai root, yang
menyimpan root dan node dalam partisi yang sama, sedang yang lainnya adalah swap file
system. Swap filesystem diperlukan manakala RAM tidak mencukupi untuk suatu operasi.
Ini adalah kondisi paling standar untuk instalasi
Jika Anda menggunakan Linux sebagai suatu server yang melayani banyak user, biasanya
Anda akan membuat partisi sendiri untuk letak file-file user, disamping partisi root dan
swap. Biasanya mount point yang diberikan adalah /home untuk letak file-file user.
Jika Anda menggunakan Linux sebagai server yang memiliki banyak user dan memiliki
sangat banyak program, serta memiliki aktifitas sistem yang tinggi, biasanya Anda akan
memiliki partisi tersendiri dengan mount point /home untuk letak file-file user, /usr untuk
program-program, dan /var untuk file yang selalu berkembang.
Anda boleh saja menggunakan partisi-partisi lain dan membuat mount point yang tidak
lazim, misalnya partisi yang nantinya akan dimount ke direktory /data yang mungkin
bertujuan untuk menyimpan data Anda. Apapun yang Anda lakukan, Apapaun yang Anda
putuskan disini, selalu gunakan file system ext2 untuk mount point /, dan berhati-hatilah
dalam membuat partisi, karena akan beresiko kehilangan data. Selalu pilih option expert
ketika Anda diminta untuk memasukkan level instalasi, karena di modus expert ini, Anda
bebas menemukan sendiri apa yang Anda mau, sebab seringkali pada modus sejenis easy
akan membuat installer menerka-nerka sendiri apa keinginan dan kebutuhan Anda.
Ada beberapa program yang populer untuk pembuatan partisi dan disertakan dalam
installer, diantaranya:
· fdisk
program ini menuntut kehati-hatian yang tinggi. Yakinkan diri Anda sebelum
melakukan suatu tindakan. Biasanya mengetikkan m untuk bantuan, jika anda
tidak yakin. Anda diharapkan tahu benar tentang harddisk Anda sebelum
mencobanya. Kita akan mempraktekkan langsung penggunaan fdisk.
· Disk druid
program ini biasanya disertakan dalam redhat. Memilki tombol-tombol yang
memudahkan Anda. Biasanya ini cocok digunakan dan jarang menimbulkan
masalah.
Sekilas informasi, beginilah Linux menamai harddisk Anda:
- harddisk primary master : hda
- harddisk primary slave : hdb
- harddisk secondary master : hdc
- harddisk secondary slave : hdd ( biasanya ini adalah CDROM drive )
Sedangkan untuk partisi pertama, kedua, dan seterusnya pada primary master adalah
hda1, hda2 dan seterusnya. Demikian juga untuk harddisk lainnya.
PEMILIHAN PAKET PROGRAM
Ini terserah Anda dalam pengaturannya. Setiap orang akan memiliki selera masing-masing.
KONFIGURASI JARINGAN
Linux adalah sistem operasi yang sangat mendukung jaringan. Anda biasanya akan
ditanyai apakah Anda memiliki akses ke jaringan. Jika tidak, biasanya installer tidak akan
bertanya macam-macam lagi. Jika Iya, Anda akan diminta untuk memasukkan IP Address,
Netmask, Gateway, dan lain-lain. Jika Anda menggunakan DNS, Anda akan diminta untuk
memasukkan IP DNS Server Anda. Mintalah ke Administrator jaringan Anda.
PEMBUATAN BOOTDISK
Selalulah membuat bootdisk. Bootdiak akan sangat membantu, jika komputer Anda tidak
bisa booting melalui harddisk karena kerusakan boot loader, misalnya.
PEMAKAIAN BERSAMA DENGAN SISTEM OPERASI LAIN
Biasanya Anda akan ditanyai pada tahap-tahap awal instalasi. Beberapa distro
menyediakan beberapa boot loader, misalnya lilo dan grub. Umumnya, orang
menggunakan lilo, tetapi semua itu kembali kepada Anda. Ketahuilah nomor partisi sistem
operasi lain. Sebenarnya, suatu boot loader tidak hanya berfungsi untuk menggunakan
sistem operasi lain bersama-sama dengan linux, tetapi juga berguna untuk kostumisasi
Linux pada saat booting.
9 Feb
sadarlah mereka saudara kita!!!
termenung dikamar..
aku pun berfikir sejenak??
terfikir dan terfikir tapi apa yang terjadi pikiranku malah merambah ke masalah agama yang ku anut..
adalah islam..
ku pikir terus..terus dan terus akhirnya memuncak,,
yang ku pikirkan kenapa islam sampai berpecah belah bahkan dari golongan satu sama lain tak ada ke-ter ikatan persaudaraan islam padahal hadis mengatakan antara sesama islam adalah saudara…
dan pula ada salah satu golongan yang mengatakan golongan islam yang lain adalah kafir..
na’udzu billahi min dzalik..
kenapa??
akhirnya diriku menjawab bahwa yang menjadikan terpecah belahnya umat adalah tentang IBADAH,,
padahal ibadah tidak hanya yang bersangkut paut dengan dzikir, sholat saja …
tapi alangkah bagusnya kalau kita berfikir terlebih dahulu tentang islam
itu apa??
apa hanya sebuah agama, bukan!!!
melainkan islam adalah yang mengatur hidup kita, apa sich yang tidak diatur islam…
mulai hal yang sepele hingga masalah yang gede misal buang hajat dan pola makan yang semuanya diatur sedemikian oleh islam..
dan pernah kah kita berfikir siapa yang telah mengkotak2 islam sehingga islam terpecah belah seperti ini??
jelas pasti kaum non muslim…
dan umat islam antara satu golongan dengan golongan lain pun mengatakan ibadah yang benar adalah seperti golongan saya..
coba kita mengamalkan tuntunan “khablun mina Alloh wa khablun mina annas”
jelas jika kita mengamalkan dan tahu betul maksudnya pasti umat islam tak akan seperti ini..
kejadian palestina yang telah dibinasakan pasukan militan israil itu sebuah pertanda bahwa kaum muslim tidak bersatu dan alasan tidak bersatu hanya karena beda golongan..
jelas bahwa yang membuat kita tidak bersatu adalah urusan IBADAH.
mari kita bersatu, biar mereka berbeda golongan dengan kita asalkan mereka tetep islam mereka adalah saudara kita…
aku NU mereka salafi ataupun muhammdiyah itu terserah, yang terpenting bagaimana kita bersatu.
BERSATU LAH ISLAM!!!